Uang muka adalah bagian harga rumah yang dibayar di awal dengan dana sendiri. Pelajari cara menghitung pokok KPR dari uang muka, lengkap dengan contoh angka.
Uang muka adalah bagian harga rumah yang dibayar di awal dengan dana sendiri. Sisa harga dibiayai pinjaman KPR. Besarnya uang muka memengaruhi pokok pinjaman, cicilan, dan total bunga. Makin besar uang muka, makin kecil pokok yang dipinjam, sehingga beban cicilan biasanya ikut turun.
Harga rumah Rp500.000.000 dan uang muka Rp100.000.000. Pokok KPR = Rp500.000.000 - Rp100.000.000 = Rp400.000.000. Dengan bunga 9 persen per tahun dan tenor 15 tahun, cicilannya sekitar Rp4.057.066 per bulan. Angka ini hanya contoh. Jika uang muka dinaikkan menjadi Rp150.000.000, pokoknya turun menjadi Rp350.000.000 dan cicilannya ikut turun menjadi sekitar Rp3.549.933 per bulan. Uang muka dan pokok KPR selalu berhubungan langsung. Berapa uang muka KPR yang dipilih bergantung pada dana Anda dan ketentuan bank, jadi hitung beberapa skenario. Cara hitung uang muka rumah tetap sama di setiap skenario.
Contoh angka hanya ilustrasi. Ketentuan uang muka tiap bank berbeda.
Angkanya berbeda tiap bank dan produk. Cek ketentuan uang muka di bank Anda sebelum menghitung.
Ya. Makin besar uang muka, makin kecil pokok pinjaman, sehingga cicilan dan total bunga biasanya ikut turun.
Uang muka adalah bagian harga rumah. Biaya awal seperti BPHTB dan biaya notaris dibayar terpisah dari uang muka.
Cara hitung pokok dari uang muka sama. Namun biaya di luar uang muka, seperti BPHTB, bisa berbeda tiap daerah, jadi cek di kantor pajak daerah dan PPAT.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk KPR dan pinjaman yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.