Hitung
Isi angka di atas untuk melihat hasilnya.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan, bukan penawaran dan bukan nasihat keuangan. Angka final ada di perhitungan resmi dari bank.
Rumus yang dipakai
Pokok = harga rumah × (1 − uang muka)
Cicilan = pokok × r ÷ (1 − (1 + r)^−n), dengan r = bunga per tahun ÷ 12 dan n = tenor × 12
Total bunga = total bayar − pokok
Contoh: harga rumah Rp 500.000.000, uang muka 20, suku bunga per tahun 8, tenor 15
Cicilan per bulan = Rp 3.822.608
Pokok pinjaman = Rp 400.000.000
Total bayar selama tenor = Rp 688.069.501
Total bunga = Rp 288.069.501
Bunga tahun pertama = Rp 31.479.912
Tips
- Bandingkan total bunga, bukan hanya cicilan per bulan. Tenor yang lebih panjang membuat cicilan kecil tetapi bunga lebih besar.
- Tanyakan ke bank apakah bunga memakai sistem anuitas atau flat, dan apakah bunga bisa berubah selama tenor.
- Tambahkan biaya di awal dan asuransi ke perhitungan. Gunakan kalkulator biaya awal KPR.
Cara membaca hasil
Cicilan dihitung dengan rumus anuitas: jumlah tetap tiap bulan yang berisi bunga dan pokok. Di awal tenor, bagian bunganya lebih besar, lalu makin kecil.
Total bunga adalah total bayar dikurangi pokok. Angka ini sering lebih besar dari yang dibayangkan, terutama untuk tenor 15 sampai 20 tahun.
Batasan
Hasil memakai bunga tetap selama tenor. Jika bunga berubah, gunakan kalkulator bunga bertahap.
Biaya di awal, asuransi, dan denda tidak dihitung di sini. Lihat kalkulator biaya awal dan total bunga.
Kapan perlu konsultan
Jika bank menawarkan bunga promo atau bunga yang bisa berubah, pakai kalkulator bunga bertahap agar hasilnya lebih realistis.
Sumber
Rumus anuitas aritmetika biasa. Tidak memakai rujukan resmi. Angka final ada di perhitungan bank.