Hitung
Isi angka di atas untuk melihat hasilnya.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan, bukan penawaran dan bukan nasihat keuangan. Angka final ada di perhitungan resmi dari bank.
Rumus yang dipakai
Cicilan promo = pokok dengan bunga promo dibagi selama tenor penuh
Sisa pokok saat promo habis = pokok yang sudah dibayar dikurangi cicilan promo selama masa promo
Cicilan setelah promo = sisa pokok dihitung ulang dengan bunga baru selama sisa tenor
Contoh: harga rumah Rp 500.000.000, uang muka 20, lama bunga promo 2, bunga promo per tahun 5, bunga setelah promo per tahun 10, tenor total 15
Cicilan saat promo = Rp 3.163.175
Cicilan setelah promo = Rp 4.158.758
Selisih cicilan = Rp 995.583
Total bayar selama tenor = Rp 724.682.402
Sisa pokok saat promo habis = Rp 362.309.072
Tips
- Hitung dengan bunga setelah promo yang lebih tinggi dari penawaran. Jika cicilan tetap kuat, rencana Anda lebih aman.
- Cek apakah ada denda pelunasan atau biaya perubahan bunga di perjanjian.
- Jika Anda ingin pindah bank setelah promo habis, gunakan kalkulator take over.
Cara membaca hasil
Cicilan saat promo dihitung dari pokok dengan bunga promo, selama tenor penuh. Setelah masa promo, sisa pokok dihitung ulang dengan bunga baru.
Selisih cicilan menunjukkan seberapa besar kenaikan yang harus siap Anda bayar. Jika kenaikannya tidak sanggup dibayar, pilih tenor atau harga yang lebih kecil.
Batasan
Bunga setelah promo adalah perkiraan. Bank bisa menetapkan bunga yang berbeda, dan tiap bank punya cara perhitungannya sendiri.
Simulasi ini memakai bunga tetap di tiap fase. Bunga mengambang yang berubah tiap bulan tidak tercermin di sini.
Kapan perlu konsultan
Bunga mengambang bisa berubah setiap tahun sesuai kebijakan bank. Minta simulasi tertulis untuk beberapa skenario bunga.
Sumber
Rumus anuitas aritmetika biasa. Tidak memakai rujukan resmi.