Hitung
Isi angka di atas untuk melihat hasilnya.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan, bukan penawaran dan bukan nasihat keuangan. Angka final ada di perhitungan resmi dari bank.
Rumus yang dipakai
Cicilan maksimal = gaji bersih × batas rasio − cicilan lain
Plafon = nilai sekarang dari cicilan maksimal selama tenor, dengan bunga yang dipakai
Contoh: gaji bersih per bulan Rp 10.000.000, cicilan lain per bulan Rp 1.000.000, batas cicilan dari gaji 30, suku bunga per tahun 8, tenor 15
Plafon KPR perkiraan = Rp 209.281.184
Cicilan maksimal per bulan = Rp 2.000.000
Rasio cicilan sekarang = 10 persen
Tips
- Jika cicilan lain sudah besar, lunasi dulu yang bunganya paling tinggi sebelum mengajukan KPR.
- Gaji yang dipakai bank biasanya gaji tetap. Penghasilan tidak tetap sering dihitung lebih rendah.
- Sisakan dana darurat. Cicilan yang pas di atas kertas bisa terasa berat saat ada kebutuhan mendadak.
Cara membaca hasil
Cicilan maksimal adalah gaji bersih dikali batas rasio, dikurangi cicilan lain yang sudah Anda bayar tiap bulan.
Plafon adalah jumlah pinjaman yang cicilannya sama dengan cicilan maksimal, dengan bunga dan tenor yang Anda isi.
Batasan
Batas rasio 30 sampai 35 persen adalah kebiasaan umum yang dipakai banyak bank, bukan aturan tertentu. Setiap bank punya kebijakannya sendiri.
Bank juga menilai riwayat kredit, usia, status kerja, dan tanggungan. Angka di sini tidak menjamin persetujuan.
Kapan perlu konsultan
Bank menilai kemampuan bayar dengan aturan dan data sendiri, termasuk riwayat kredit. Angka di sini hanya gambaran awal.
Sumber
Rumus aritmetika biasa. Batas rasio adalah kebiasaan bank, belum dicek ke aturan resmi.