Anuitas adalah cicilan dengan jumlah tetap tiap bulan yang berisi bunga dan pokok. Pelajari rumus anuitas dan cara menghitung cicilan KPR dengan contoh.
Anuitas adalah cara cicilan dengan jumlah tetap tiap bulan. Setiap cicilan berisi bunga dan pokok. Di awal tenor, bagian bunga lebih besar, lalu makin kecil seiring berkurangnya sisa pokok. Karena itu, bagian pokok di cicilan awal masih kecil dan makin besar di akhir tenor.
Pokok Rp400.000.000, bunga 9 persen per tahun, dan tenor 180 bulan. r = 0,09 / 12 = 0,0075. Cicilan = Rp4.057.066 per bulan. Bunga bulan pertama adalah Rp3.000.000, sehingga bagian pokoknya Rp1.057.066. Angka ini hanya contoh. Di akhir tenor, bagian bunganya sudah kecil karena sisa pokok hampir habis.
Rumus anuitas aritmetika biasa. Angka cicilan final ada di perhitungan bank.
Ya, selama bunga tetap dan tidak ada pelunasan sebagian. Jika bunga berubah, cicilan ikut dihitung ulang. Itulah ciri cicilan anuitas yang paling mudah dikenali.
Bunga dihitung dari sisa pokok. Di awal sisa pokok masih besar, sehingga bunganya juga besar.
Anuitas menghitung bunga dari sisa pokok tiap bulan. Bunga flat menghitung bunga dari pokok awal, lalu membaginya rata ke semua cicilan.
Ya, kalkulator di situs ini memakai rumus cicilan KPR yang sama dengan rumus anuitas aritmetika biasa. Angka final tetap ada di perhitungan bank.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk KPR dan pinjaman yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.