Plafon adalah jumlah maksimal pinjaman yang disetujui bank. Pelajari cara menghitung plafon dari cicilan maksimal, bunga, dan tenor, dengan contoh angka.
Plafon adalah jumlah maksimal pinjaman yang disetujui bank. Plafon tidak sama dengan harga rumah, karena bank menilai kemampuan bayar dan mengikuti ketentuan produknya. Nilai plafon dipengaruhi cicilan yang sanggup dibayar, bunga, dan tenor. Bunga yang lebih rendah atau tenor yang lebih panjang biasanya memberi plafon yang lebih besar.
Cicilan maksimal Rp2.000.000 per bulan, bunga 9 persen per tahun, dan tenor 15 tahun. Plafon = Rp2.000.000 x (1 - (1 + 0,0075)^-180) / 0,0075 = Rp197.186.818. Angka ini hanya hitungan kasar. Bank bisa menetapkan plafon yang berbeda, karena penilaiannya memakai data dan kebijakan mereka sendiri.
Rumus aritmetika biasa. Plafon yang sebenarnya ditentukan bank.
Plafon adalah batas maksimal dari bank. Pokok pinjaman adalah jumlah yang benar-benar Anda pinjam, dan bisa lebih kecil dari plafon.
Bisa. Plafon ditetapkan bank saat pengajuan, dan bisa berbeda jika bunga atau tenor berubah. Plafon pinjaman bank juga bisa berbeda antar penawaran, jadi bandingkan beberapa bank dengan angka yang sama.
Dari angka yang Anda isi sendiri di kalkulator. Bank memakai data dan dokumen mereka sendiri saat menilai pengajuan.
Keduanya berkaitan. Batas pinjaman dari gaji dihitung dari cicilan maksimal, lalu hasilnya menjadi plafon jika bunga dan tenor sudah diketahui.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk KPR dan pinjaman yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.