Bunga mengambang adalah bunga yang bisa berubah selama masa pinjaman. Pelajari bagaimana perubahan bunga memengaruhi cicilan KPR, dengan contoh angka.
Bunga mengambang adalah bunga yang bisa berubah selama masa pinjaman, mengikuti kebijakan bank. Cicilan ikut berubah saat bunga berubah. Karena itu, cicilan di awal belum tentu sama dengan cicilan di tahun-tahun berikutnya. Perlu disiapkan skenario untuk bunga yang naik dan yang turun.
Pokok Rp400.000.000, tenor 15 tahun, dan bunga awal 9 persen per tahun. Setelah 36 bulan, sisa pokok sekitar Rp356.498.849. Jika bunga naik menjadi 10 persen untuk sisa 144 bulan, cicilan naik dari Rp4.057.066 menjadi sekitar Rp4.260.440 per bulan. Angka ini hanya contoh. Selisih sekitar Rp203.374 per bulan itulah yang perlu disiapkan. Hitungan ini memakai bunga tetap di tiap fase sebagai gambaran.
Istilah umum. Aturan perubahan bunga tiap bank berbeda, cek di bank Anda.
Tidak. Bunga bisa naik atau turun sesuai kebijakan bank, jadi perlu skenario untuk keduanya.
Biasanya cicilan dihitung ulang sesuai ketentuan bank. Cek jadwal perubahan di perjanjian kredit.
Bunga tetap tidak berubah selama tenor atau periode tertentu. Bunga mengambang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank.
Istilah floating sering dipakai untuk arti yang sama. Tetap cek di perjanjian bagaimana bank menyebut dan mengatur perubahan bunganya.
Kalau ada kalkulator atau fitur untuk KPR dan pinjaman yang Anda butuhkan, tulis permintaannya.