Hitung
Isi angka di atas untuk melihat hasilnya.
Hasil ini estimasi untuk perencanaan, bukan penawaran dan bukan nasihat keuangan. Angka final ada di perhitungan resmi dari bank.
Rumus yang dipakai
Saldo pokok sekarang = pokok awal yang sudah berkurang oleh cicilan selama bulan berjalan
Cicilan baru = saldo pokok dihitung dengan bunga bank baru selama sisa tenor baru
Hemat = total sisa bayar lama − (total cicilan baru + biaya take over)
Contoh: pokok KPR awal Rp 400.000.000, bunga KPR lama per tahun 10, tenor awal 15, sudah berjalan 36, bunga bank baru per tahun 8, tenor sisa di bank baru 12, biaya take over Rp 10.000.000
Saldo pokok sekarang = Rp 359.676.902
Cicilan baru per bulan = Rp 3.893.332
Selisih cicilan per bulan = Rp 405.089
Hemat setelah biaya take over = Rp 48.332.752
Titik impas = 25 bulan
Tips
- Jangan hanya melihat cicilan yang lebih kecil. Tenor baru yang lebih panjang bisa membuat total bunga lebih besar.
- Pilih tenor baru yang sama dengan sisa tenor lama jika ingin hemat bunga.
- Titik impas penting: jika Anda akan pindah lagi sebelum titik impas, biaya take over bisa tidak tertutup.
Cara membaca hasil
Saldo pokok sekarang dihitung dari pokok awal yang sudah berkurang oleh cicilan selama bulan berjalan di bank lama.
Titik impas adalah jumlah bulan sampai biaya take over tertutup oleh selisih cicilan. Jika Anda pindah lagi sebelum itu, pindah bank bisa rugi.
Batasan
Saldo pokok di bank lama bisa sedikit berbeda dari hitungan. Minta surat keterangan saldo resmi sebelum memutuskan.
Tenor baru yang lebih panjang bisa menurunkan cicilan, tetapi total bunga bisa lebih besar.
Kapan perlu konsultan
Cek penalti pelunasan di bank lama dan biaya take over di bank baru. Keduanya sering tidak tercantum di iklan.
Sumber
Rumus anuitas aritmetika biasa. Tidak memakai rujukan resmi.